DEKADENSI
MORAL YANG TERJADI SAAT INI
Pada
zaman sekarang, banyak masalah yang muncul di bangsa ini yaitu Indonesia. Di
Indonesia banyak persoalan persoalan keumatan yang terjadi di Indonesia. Yang
paling menonjol adalah persoalan moral yang ada. Moral di Indonesia sekarang
sudah mencapai tahap memprihatinkan. Moral sudah bukan menjadi hal yang utama
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tapi sudah menjadi hal yang kesekian.
Seolah olah moral bukanlah hal yang penting. Kita dapat mencari contoh contoh
berita kurangnya moral rakyat Indonesia saat ini. Tidak lama ini saya membaca
berita yang berisi ada seorang ayah yang tega memperkosa anak kandungnya
sendiri. Itu adalah perbuatan yang sangat tidak bermoral bagi saya. Di mana
letak hati nuraninya? Apakah ayah tersebut sudah tidak memiliki moral? Ini
mengapa moral adalah hal yang sangat darurat di Indonesia. Ada salah satu
dalil, yaitu QS An-Nisa ayat 36 yang berbunyi
وَاعْبُدُوا
اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ
وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ
بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا
يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا
Artinya : Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya
dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa,
karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan
tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.
Menurut
saya dalil tersebut mengingatkan kita untuk selalu berbuat baik kepada siapapun
tanpa ada nya rasa kesombongan dan berbangga diri yang terlalu tinggi. Untuk
berbuat kebaikan dibutuhkan pula moral yang tinggi. Jika nilai moral kita saja
sudah rendah, maka kita tak akan bisa berbuat kebaikan. Solusi bagi rakyat
Indonesia yang moralnya kurang adalah tetap berada di jalan Allah, mematuhi
semua perintah dan menjauhi segala larangannya. Dengan itu moral kita akan
terbentuk dengan baik, setelah moral terbentuk maka niscaya untuk melakukan
kebaikan maka kita akan terbiasa
Masalah
keumatan yang kedua yang menurut saya sekarang sangatlah darurat di Indonesia
adalah sikap toleransi antar umat beragama dan menerima perbedaan. Di Indonesia
ada beberapa golongan yang menganggap agamanya adalah agama yang paling benar.
Dari akar itu maka, akan timbul kekerasan. Kekerasan ini tidak jarang dan
sekarang dapat memakan korban jiwa yang banyak. Mereka para teroris yang
membawa bawa nama agama terutama agama islam untuk membunuh atau memusnahkan
golongan yang lain adalah tindakan yang merupakan dekadensi moral. Islam tidak
pernah mengajarkan kekerasan kepada siapapun. Islam para teroris tersebut
menurut saya adalah islam yang salah. Mereka tidak memiliki jiwa toleransi yang
tinggi, sedangkan kita berada pada Negara Indonesia yang memiliki keanekargaman
suku bangsa dan budaya. Dalil tentang toleransi ada pada QS Al-Kafirun 1-6 yang
berbunyi

Artinya :
1). Katakanlah: Hai
orang-orang kafir 2). Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah 3). Dan
kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah 4). Dan aku tidak pernah menjadi
penyembah apa yang kamu sembah 5). Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi
penyembah Tuhan yang aku sembah 6). Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.
Di
surat Al Kafirun tersebut disebutkan bahwa umat muslim tidak akan menyembah apa
yang orang kafir sembah dan sebaliknya. Itu menunjukkan bahwa mereka punya
keyakinannya masing masing. Tidak ada unsur pemaksaan apalagi kekerasan. Yang
terpenting adalah di ayat terakhir yang menunujukkan bahwa bagi kita umat
muslim akan mempercayai islam sebagai agamanya dan yang kafir mengakui agamanya
sendiri. Selain itu ada juga ayat dalam Al Quran yang menunjukkan toleransi
lainnya. Yaitu pada QS Yunus 40-41, yang berbunyi

"Dan di antara mereka ada orang-orang
yang beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan di antaranya ada (pula) orang-orang
yang tidak beriman kepadanya. Sedangkan Tuhanmu lebih mengetahui tentang
orang-orang yang berbuat kerusakan."
(QS. Yunus 10: Ayat 40)
"Dan jika mereka (tetap) mendustakanmu
(Muhammad) maka katakanlah, Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu
tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak
bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. Yunus 10: Ayat 41)
Tafsiran
isi ayat tersebut adalah penjelasan
Allah SWT mengenai adanya dua golongan di dunia ini, golongan pertama yaitu
golongan orang orang yang beriman kepada Allah dan golongan kedua yaitu
golongan orang orang yang tidak beriman kepada Allah. Allah SWT juga
telah berfirman bahwasannya Allah SWT merupakan tuhan yang maha mengetahui
segala sesuatu, Allah SWT pasti mengetahui apa saja yang kita kerjakan. Di
dalam Q.s Yunus ayat 41, Allah SWT menjelaskan tentang amalan yang kita
kerjakan adalah untuk kita sendiri dan amalan yang mereka kerjakan adalah untuk
mereka sendiri, kita bertanggung jawab atas apa yang telah kita perbuat dan
mereka pula bertanggung jawab atas apa yang telah mereka perbuat. Kita tidak
boleh ikut campur terhadap agama yang mereka yakini karena mereka mempunyai hak
untuk menganut agama yang mereka yakini, begitu juga sebaliknya.