ABSTRAK
SIKAP
SIKAP UNTUK MENCAPAI INSAN KAMIL
Dalam
surat Al Isra ayat 70,
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ
وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ
وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا
yang artinya “Dan
sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan
dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan
mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami
ciptakan.” Menurut saya, manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT
yang paling berakal pikiran dari makhluk makhluk yang lainnya. Allah juga
menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling mulia asalkan mereka tetap
mematuhi peraturan Allah dan menjauhi larangannya. Hal ini bisa terlaksana jika
manusia memiliki iman ihsan dan islam yang baik dalam dirinya. Jika ia sudah
mempunyai iman ihsan dan islam yang baik dan benar, niscaya ia adalah makhluk
paling mulia. Tapi jika manusia masih terbelunggu dalam bisikan setan maka, itu
bisa jadi factor penghambat manusia untuk menjadi makhluk yang mulia.
Dalam surat Al Ahzab ayat 21
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ
حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
,
yang artinya “Sesungguhnya telah ada pada (diri)
Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap
(rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
Menurut saya maksud dari ayat itu adalah kita harus mencontoh Rasulullah SAW
yang di dalam dirinya terdapat suri tauladan yang baik. Kita sebagai manusia
harus meniru beliau, agar kita di jalan yang benar. Kita harus tetap menjauh
dari larangan Allah seperti yang Nabi Muhammad lakukan.
Sikap wara’ adalah
meninggalkan setiap perkara syubhat (yang
masih samar)
, zuhud adalah sikap anti berlebihan terhadap sesuatu atau sederhana. Sikap wara dapat menuntun kita menuju insan kamil, karena sikap wara’ adalah sikap yang dimiliki rasulullah sebagai suri tauladan yang baik. Jika kita sudah memiliki sifat wara’ maka kita akah terhindar dari sifat konsumtif atau berlebihan. Maka dari itu untuk menuju insan kamil akan terasa lebih mudah. tawakkal adalah berserah diri kepada Allah, dan ikhlas adalah berlapang dada terhadap segala sesuatu. Keempat hal itu harus ditanamkan diri dalam berbangsa dan bernegara. Tanpa semua itu maka kehidupan berbangsa-bernegara akan tidak sempurna. Terutama untuk para pejabat Negara, keempat hal itu harus ditanamkan agar para rakyat dapat menirukan apa yang dilakukan pemimpinnya.
, zuhud adalah sikap anti berlebihan terhadap sesuatu atau sederhana. Sikap wara dapat menuntun kita menuju insan kamil, karena sikap wara’ adalah sikap yang dimiliki rasulullah sebagai suri tauladan yang baik. Jika kita sudah memiliki sifat wara’ maka kita akah terhindar dari sifat konsumtif atau berlebihan. Maka dari itu untuk menuju insan kamil akan terasa lebih mudah. tawakkal adalah berserah diri kepada Allah, dan ikhlas adalah berlapang dada terhadap segala sesuatu. Keempat hal itu harus ditanamkan diri dalam berbangsa dan bernegara. Tanpa semua itu maka kehidupan berbangsa-bernegara akan tidak sempurna. Terutama untuk para pejabat Negara, keempat hal itu harus ditanamkan agar para rakyat dapat menirukan apa yang dilakukan pemimpinnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar